resah, lelah, marah.

aku sudah lelah.

dengan pertengkaran dalam lingkaran,
dengan kebisingan yg memekakkan angan,
dengan nada tinggi yg menyakiti hati,
dengan rumitnya asa tanpa bahasa.

terlalu banyak elokan justru terasa memabukkan,
perjalanan jadi terasa semakin memuakkan.

untuk apa menikmati pemandangan jika akhirnya kelelahan?

semakin lelah, semakin aku cepat menyerah.
lebih baik menghindar daripada berjuang sangar.
sang ratu tak ingin lagi mengorbankan sesuatu.

bukankah pasrah sudah sering jadi satu satunya cara menjauhi resah?

entahlah,
mungkin aku terkena kutukan.
seluruh pilihan terasa seperti kesalahan,
seluruh perjalanan terasa seperti kecelakaan.

dan begitulah,
mari bernyanyi dalam ironi.

kurasa hidup seorang ningrat memang selalu penuh dengan luka jerat.